Menu

Selasa, 16 Desember 2014

RKDK(Pendahuluan)

“Wahai saudaraku yang tulus, yang saya maksud dengan fahm adalah engkau yakin bahwa fikrah kita adalah ‘fikrah Islamiyah yang bersih’. Hendaknya engkau memahami Islam sebagaimana kami memahaminya dalam batas- batas ushulul isyrin”
_As syahid Hasan Al Banna_


Pendahuluan


Alhamdulillah, maksud ini bukan sekedar mengikuti pendahuluan dalam tulisan, pidato atau sambutan yang biasa didengar. Ada pengakuan yang tak terbantah bahwa tak ada kebaikan melainkan semua itu datang dari Allah, tuhan semesta alam. Di dalamnya juga terdapat doa, bahwa diri kita seorang hamba yang miskin, sakit, tidak berdaya, lemah, bodoh, kemudian Allah memberikan rahmat dan mengangkat kemuliaan seorang hamba yang sangat membutuhkan cinta yang hakiki yaitu cinta dari Allah. Dan sholawat serta salam kepada seorang penutup semua Nabi, Rasulullah Muhammad bin Abdullah. Islam yang utuh telah sampai kepada manusia, darinya Rasulullah tidak menyembunyikan satu huruf-pun risalah keislaman yang menyeluruh dan sempurna. Islam bersambut dari generasi terbaik ke generasi berikutnya, terus dan menerus sampai akhir jaman melalui jalan kemuliaan yang khusus yaitu dakwah.

Sedangkan kami menyadari dalam memenuhi perihal yang disebut dakwah tersebut perlu adanya upaya untuk memberikan bantuan salah satunya dengan penulisan berbentuk risalah. Memang sudah banyak tulisan perihal ini dari yang tidak tersusun maupun tersusun dalam satu buku khusus. Semoga ini termasuk terdalam golongan fastabiqul khairat dan sebaik - baiknya manusia. Bisa jadi pula yang terdapat pada risalah ini tidak dapat diterapkan atau terkesan mengada – ada bagi kondisi yang lain, maka dari itu kami memohon maaf belum bisa menjadi saudara yang baik.

Dengan penulis sebagai tim yang telah terjun lama dalam dunia kaderisasi kampus biru Universitas Gadjah Mada, sedikit banyak tulisan ini dipengaruhi dengan kondisi di tempat kami berada. Risalah kaderisasi dakwah kampus ini merupakan panduan umum membangun kaderisasi yang baik dengan bahasannya mencakup untuk dakwah kampus. Di dalamnya terdapat maksud untuk menjelaskan se-dari awal sampai menuju yang biasanya disebut sebagai kegemilangan dakwah dengan salah satu pilarnya yaitu kaderisasi. Bahasan ini yang akan kita coba tinjau pelan - pelan dan masing - masing dari kita dapat melakukan pengembangan dengan sendirinya serta diharapkan adanya feedback antara penulis dan pembaca yang akan mengeksekusi ini dilapangan.



Wallahu a'lam


Desember 2014, Yogyakarta



Tim Kaderisasi FORSALAMM UGM 2014

Jumat, 17 Oktober 2014

Pertama yang harus diselesaikan dan dijaga

Sebelum melanjutkan bahasan berikutnya sebaiknya kita memastikan dan menyelesaikan urusan pertama dan awal ini terlebih dahulu. Sebagaimana banyak ulama yang biasanya memulai tulisannya, khutbahnya, dan dalam pesan harian mereka memberikan kalimat - kalimat taqwa, niat, keikhlasan, iman, dan maksud dari tauhid lainnya.

Suatu urusan yang disebut Sayyid quthub sebagai spesialisasi atas umat Islam yang tidak dimiliki oleh bangsa, peradaban dan agama yang telah hancur sejak awal meskipun sampai pada kegemilangan dan bertahan cukup lama. Spesialisasi tersebut ialah Aqidah dan Manhaj. Dilanjutkan oleh imam Sayyid Qutbh bahwa urusan inilah yang menjadikan dasaran sebelum amanah lain diberikan kepada umat muslim seperti menguasai wilayah lainnya karena Allah dengan kekuasaan dan keagungannya tidak mungkin membiarkan umat Islam pada generasi terbaik(sahabat) saat itu jika aqidah mereka tidak ada bedanya dengan orang dibelahan bumi lain yang berkuasa seperti romawi dan persia, dari thagut berpindah ke thagut lainnya. (hal. 55)

Entah bagaimana jadiny disaat seorang da'i memiliki aqidah dan manhaj yang agak atau rusak sama sekali. Pasti akan banyak suatu yang salah muncul kemudian dan itu semua bisa sangat menghambat dan mengurangi keberadaan da'i di jalan dakwah secara perlahan atau cepat.

Tentu sulit orang yang mau sholat ketika dirinya tidak memiliki aqidah yang baik, buat apa sholat, buang - buang waktu, bikin lelah, hasilnya abstrak, siapa Allah, memandang keberhasilan sebagaimana Qarun dan Firaun. Begitu pula infak, puasa, AlQuran, hukum - hukum Islam, dan dakwah itu sendiri. Akan banyak hitung - hitungan, pemikiran, nalar dan amal yang sesat.

Kadang pula dan pasti terjadi bahwa ujian - ujian di dalam hidup itu sendiri sangat perlu ditangkal dengan aqidah yang kokoh. Mungkin bagi kebanyakan orang akan sangat heran, bingung dan diantara banyak orang tersebut justru mencaci bahkan memfitnah suatu perkara yang dilandasi karena aqidah dan manhaj yang sangat baik.

Mereka banyak yang bertanya bagaimana mereka mendapatkan dana dakwah yang terus menerus mengalir, justru mereka memfitnah da'i melakukan korupsi dan tidak percaya bahwa dana itu didapat dari kantong - kantong sendiri yang diinfakkan. Bagi mereka mana mungkin orang mau mengurangi hartanya? Mereka juga mengatakan bahwa tidak mungkin berdakwah untuk surga, pasti hanya karena uang dan jabatan sebagaimana mereka juga melakukannya. Kenapa begitu? Tentu orang yang tidak memiliki aqidah dan manhaj yang baik pasti menganggap bahwa semua itu hanyalah suatu yang tidak mungkin. Tapi, bagi para da'i bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, pertolongannya sangat dekat, balasannya jelas nyata dan tidak ada tandingannya. Bagi para da'i ketika berjihad, berdarah dan mati dijalannya atau ditinggal salah satu dari keluarganya melainkan semua itu telah memiliki garis ketetapan dari Allah.

Bahwa tiap hari ada Allah yang menyaksikan, dimohonkan kepadaNya ampunan, disembah dan diminta pertolongan. Dikarenanan itulah adanya motivasi dan semangat yang terus menerus. Panggilan jihad adalah suatu yang menyenangkan, infak adalah suatu yang melapangkan, ujian dan kenikmatan disikapi dengan sabar dan syukur, manhaj Islam adalah jalan, masuk surga adalah suatu yang dinantikan, ridho Allah adalah tujuan.

Belum lagi urusan - urusan yang kadang remeh sampai urusan yang sangat besar sekali. Siapa yang bisa menjalani hasil syuro yang kadang tidak mengenakkan, siapa yang dapat menjaga amanah dan tidak khianat, berperilaku jujur, takut dan mohon ampun akan segala macam maksiat, strategi dan profesional, tsabat, tidak musyrik, diri yang ikhlas dan jiwa yang salim, cara dan pemikiran yang hanif dan semuanya yang muncul dan disikapi dengan landasan aqidah dan manhaj yang baik dan benar pasti akan dirasakan dan diketahui dalam perjalanan hidup dan dakwah. Pasti akan berbeda dengan yang tidak. Terutama disaat diri telah berada dilapangan(kenyataan) dakwah.

Allahu a'lam.
Laa ilaha illa anta, subhaanaka innii kuntum minazhzholimin.

Rabu, 15 Oktober 2014

Pernikahan jahiliyah

Pertama, sebagaimana pernikahan yang sekarang ini ada laki laki datang kepada walinya untuk menikahinya anaknya, membayar mahar lalu menikahinya.

Kedua, laki laki berkata kepada istrinya, pergilah kamu ke fulan kemudian bersenggamalah dengannya. Laki tersebut tidak akan menyentuh istrinya sampai istrinya benar - benar hamil oleh fulan tersebut, jika hamil suami akan mempertahankannya istrinya karena suami senang istrinya hamil dan akan memiliki seorang anak. Pernikahan ini disebut istibdha.

ketiga, sekelompok laki laki datang kepada seorang wanita yang tidak punya hubungan keluarga, kemudian semua laki laki itu menyenggamai wanita tersebut, ketika hamil dan melahirkan, semua laki - laki yang tadi menyenggamainya diundang dan tak seorangpun menolaknya, wanita itu berkata kalian semua telah mengetahui apa yang kalian lakukan dan kini aku telah mempunyai anak. Kemudian wanita itu menunjuk seorang fulan, ini adalah anakmu fulan, kamu menamainya dengan nama yang kamu suka. Laki - laki yang ditunjuk tidak boleh menolak dan wajib membawanya.

Pernikahan keempat yaitu seorang wanita yang didatangi oleh banyak laki - laki yaitu para pelacur, jika wanita ini hamil dan melahirkan kemudia dia datang kepada "orang pintar". Orang pintar ini mengaitkan dengan tanda tanda khusus seperti fisik yang mirip dengan laki laki yang telah menyenggamai wanita ini. jika ada yang dianggap sesuai, laki - laki tersebut dipanggil dan tidak boleh mengelak untuk membawanya.

petunjuk jalan sayyid qutb hal 59-61