Menu

Jumat, 17 Oktober 2014

Pertama yang harus diselesaikan dan dijaga

Sebelum melanjutkan bahasan berikutnya sebaiknya kita memastikan dan menyelesaikan urusan pertama dan awal ini terlebih dahulu. Sebagaimana banyak ulama yang biasanya memulai tulisannya, khutbahnya, dan dalam pesan harian mereka memberikan kalimat - kalimat taqwa, niat, keikhlasan, iman, dan maksud dari tauhid lainnya.

Suatu urusan yang disebut Sayyid quthub sebagai spesialisasi atas umat Islam yang tidak dimiliki oleh bangsa, peradaban dan agama yang telah hancur sejak awal meskipun sampai pada kegemilangan dan bertahan cukup lama. Spesialisasi tersebut ialah Aqidah dan Manhaj. Dilanjutkan oleh imam Sayyid Qutbh bahwa urusan inilah yang menjadikan dasaran sebelum amanah lain diberikan kepada umat muslim seperti menguasai wilayah lainnya karena Allah dengan kekuasaan dan keagungannya tidak mungkin membiarkan umat Islam pada generasi terbaik(sahabat) saat itu jika aqidah mereka tidak ada bedanya dengan orang dibelahan bumi lain yang berkuasa seperti romawi dan persia, dari thagut berpindah ke thagut lainnya. (hal. 55)

Entah bagaimana jadiny disaat seorang da'i memiliki aqidah dan manhaj yang agak atau rusak sama sekali. Pasti akan banyak suatu yang salah muncul kemudian dan itu semua bisa sangat menghambat dan mengurangi keberadaan da'i di jalan dakwah secara perlahan atau cepat.

Tentu sulit orang yang mau sholat ketika dirinya tidak memiliki aqidah yang baik, buat apa sholat, buang - buang waktu, bikin lelah, hasilnya abstrak, siapa Allah, memandang keberhasilan sebagaimana Qarun dan Firaun. Begitu pula infak, puasa, AlQuran, hukum - hukum Islam, dan dakwah itu sendiri. Akan banyak hitung - hitungan, pemikiran, nalar dan amal yang sesat.

Kadang pula dan pasti terjadi bahwa ujian - ujian di dalam hidup itu sendiri sangat perlu ditangkal dengan aqidah yang kokoh. Mungkin bagi kebanyakan orang akan sangat heran, bingung dan diantara banyak orang tersebut justru mencaci bahkan memfitnah suatu perkara yang dilandasi karena aqidah dan manhaj yang sangat baik.

Mereka banyak yang bertanya bagaimana mereka mendapatkan dana dakwah yang terus menerus mengalir, justru mereka memfitnah da'i melakukan korupsi dan tidak percaya bahwa dana itu didapat dari kantong - kantong sendiri yang diinfakkan. Bagi mereka mana mungkin orang mau mengurangi hartanya? Mereka juga mengatakan bahwa tidak mungkin berdakwah untuk surga, pasti hanya karena uang dan jabatan sebagaimana mereka juga melakukannya. Kenapa begitu? Tentu orang yang tidak memiliki aqidah dan manhaj yang baik pasti menganggap bahwa semua itu hanyalah suatu yang tidak mungkin. Tapi, bagi para da'i bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, pertolongannya sangat dekat, balasannya jelas nyata dan tidak ada tandingannya. Bagi para da'i ketika berjihad, berdarah dan mati dijalannya atau ditinggal salah satu dari keluarganya melainkan semua itu telah memiliki garis ketetapan dari Allah.

Bahwa tiap hari ada Allah yang menyaksikan, dimohonkan kepadaNya ampunan, disembah dan diminta pertolongan. Dikarenanan itulah adanya motivasi dan semangat yang terus menerus. Panggilan jihad adalah suatu yang menyenangkan, infak adalah suatu yang melapangkan, ujian dan kenikmatan disikapi dengan sabar dan syukur, manhaj Islam adalah jalan, masuk surga adalah suatu yang dinantikan, ridho Allah adalah tujuan.

Belum lagi urusan - urusan yang kadang remeh sampai urusan yang sangat besar sekali. Siapa yang bisa menjalani hasil syuro yang kadang tidak mengenakkan, siapa yang dapat menjaga amanah dan tidak khianat, berperilaku jujur, takut dan mohon ampun akan segala macam maksiat, strategi dan profesional, tsabat, tidak musyrik, diri yang ikhlas dan jiwa yang salim, cara dan pemikiran yang hanif dan semuanya yang muncul dan disikapi dengan landasan aqidah dan manhaj yang baik dan benar pasti akan dirasakan dan diketahui dalam perjalanan hidup dan dakwah. Pasti akan berbeda dengan yang tidak. Terutama disaat diri telah berada dilapangan(kenyataan) dakwah.

Allahu a'lam.
Laa ilaha illa anta, subhaanaka innii kuntum minazhzholimin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar